Thu, Oct 21st 2010, 11:54
Aceh Business Summit 2010
300 Pengusaha Diundang Untuk Berinvestasi
* Acara Berlangsung di Jakarta dan Aceh
Sumber : Harian Serambi Indonesia-Ekonomi | Bisnis
BANDA ACEH - 300 Pengusaha nasional dan internasional diundang hadir dalam acara Aceh International Business Summit 2010. Acara berlangsung di dua tempat berbeda, yaitu di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, tanggal 10 November 2010, dan Hotel Hermes Palace Banda Aceh, 13 November 2010.
Pertemuan bergengsi dan bertaraf internasional tersebut akan dihadiri oleh berbagai kalangan berkompeten di bidang ekonomi dan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. “Acara ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih jauh peluang-peluang bisnis dan investasi di Aceh, serta mengajak pengusaha asing terlibat secara penuh di dalamnya,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Firmandez, dalam jumpa pers di Gedung Saudagar Aceh, Rabu (20/10).
Dalam pertemuan itu jelasnya, potensi perdagangan lokal, regional, dan internasional dapat digali secara mendalam, sehingga peluang dan rencana investasi dapat disusun secara lebih komprehensif oleh pihak-pihak yang terlibat. “Kita juga berharap, tantangan dan kendala yang terjadi selama ini bisa secara bersama dicarikan solusinya, sehingga perdagangan dan investasi bisa hidup kembali,” tambah Firmandez.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dr Suraiya IT mengatakan, acara summit digelar dalam dua sesi, yaitu di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, tanggal 10 November 2010, dan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, tanggal 13 November 2010. Pihaknya mengundang 300 pengusaha untuk hadir dalam dua pertemuan tersebut.
Di Jakarta katanya, acara akan melibatkan pengusaha Aceh yang tergabung dalam Aceh Business Club. “Peserta kita batasi, ada 100 kursi disediakan. Peserta diseleksi, yang ikut nanti mereka yang interest dan pernah terlibat dan kontruksi di Aceh pascatsunami,” kata Suraiya.
Sedangkan di Banda Aceh akan disediakan delapan meja. Di sini para investor disodorkan pilihan, bidang apa yang mereka minati untuk menanamkan modalnya di Aceh. Di pertanian, perkebunan, pertambangan, perternakan, dan atau pariwisata. “Setelah itu, akan ada dialog dan diskusi langsung antara pengusaha lokal dengan para investor,” imbuhnya.
Tim Ekonomi Pemerintah Aceh dan Chairman Aceh Business Working Group (ABWG), Iskandarsyah Bakri, mengatakan, Pemerintah Aceh sudah bekerja keras menyusun regulasi untuk memudahkan pihak investor lokal dan asing masuk ke Aceh. Apalagi katanya, kondisi Aceh sekarang relatif aman dan bisa dikatakan ripe atau ‘masak’ untuk investasi jangka panjang.
“Pemerintah Aceh akan menjadikan Aceh sebagai Logistic Hub Regional dengan sistem perdagangan yang berkelanjutan (sustainable), melibatkan perbankan, eksportir, dan pergudangan untuk melayani importir dan pasar,” katanya. Kepala Bidang Investasi Aceh, Badaruddin Daud, menyebutkan, dalam pertemuan di Jakarta nanti akan hadir Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan Wayne Forest dari American-Indonesian Chamber of Commerce akan menjadi pembicara utama.
Summit ini lanjutnya, dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Gubernur dan Kadin Aceh ke Amerika Serikat pada September 2007. Forum ini juga bermanfaat mendekatkan SDM di Aceh dengan lapangan kerja. Serta guna memacu peningkatan jumlah kualitas SDM di Aceh di berbagai sektor investasi dan perdagangan.
“Pertemuan di Jakarta merupakan gateway to investment in Aceh dan pertemuan kedua di Banda Aceh merupakan bentuk aksi yang lebih nyata yang mempertemukan pengusaha dalam satu meja. Di Banda Aceh kita mengundang CEO Media Indonesia Grup, Surya Paloh, dan Konsul Amerika di Medan, Stanley Harsya sebagai pembicara,” sebut Badaruddin.(c47)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar