
Sun, Nov 7th 2010, 12:32
Expo Ternak Sapi IB
Pemerintah Aceh Buka Keran Investasi Peternakan
* 2011 Aceh Produksi 1.700 Sperma Sapi Beku
Ekonomi | Bisnis SERAMBI INDONESIA
BIREUEN - Pemerintah Aceh membuka keran seluas-luasnya kepada investor yang berminat untuk berinvestasi di sektor peternakan, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan telantar.
Gubernur Irwandi Yusuf menyatakan itu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Aceh, Marwan Supi SH, saat membuka Expo Ternak Hasil Inseminasi serta Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan Diskeswannak Aceh bekerja sama dengan FKH Unsyiah, di Bireuen, Sabtu (6/11).
Menurut Gubernur, lahan telantar selama ini hanya dipakai oleh masyarakat untuk memelihara ternak dalam skala kecil. Padahal lahan tersebut bisa digunakan untu usaha ternak intensif dan padat modal.
“Tentu saja hal ini hanya mampu dilakukan oleh pemilik jasa investasi ternak skala besar. Karenanya Pemerintah Aceh mengundang investor dengan memberikan kemudahan investasi,” kata Gubernur.
Aceh disebutkannya, memiliki potensi lahan pengembalaan seluas 161.560 hektare dari total luas Aceh 58.375.63 kilometer persegi. Sedangkan luas kebun rumput mencapai 8.412 hektare dengan kapasitas tampung sebanyak 568.795 satuan ternak (ST).
“Sedangkan sapi yang ada di Aceh saat ini 503.478 ST, dengan demikian masih ada potensi menampung 65.317 ST atau setara 90.952 ekor lagi,” ujarnya.
Khusus untuk sapi potong, diharapkan pertumbuhannya akan semakin tinggi, dalam kaitan mendukung tercapainya swasembada daging sapi nasional tahun 2014. Percepatan itu dilakukan dengan mengenjot pertumbuhan bibit sapi dan itu bisa dilakukan dengan dukungan penuh melalui kredit usaha pembibitan sapi (KUPS).
Bibit ternak
Sementara itu Kadiskeswannak Aceh, Murtadha Sulaiman, mengucapkan, salah satu alternative pokok untuk penyediaan bibit ternak adalah melalui inseminasi buatan (IB). Aplikasi IB di Aceh telah berlangsung sejak tahun 1973 namun baru tahun 2009 dibentuk UPTD Diskeswannak selaku penanggung jawab program.
Khusus untuk pelestarian plasma nutfah, Pemerintah Aceh dikatakannya telah menetapkan kawasan Pulo Aceh untuk pelestarian sapi Aceh serta Simeulu untuk pelestarian plasma nutfah kerbau. “Insya Allah tahun 2011 kita akan memproduksi 1.500 semen (sperma) beku sapi Aceh dan 200 semen beku kerbau Aceh,” ujar Murtadha.
Sebelumnya, Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman, mengharapkan agar Bireuen dijadikan sentra pengembangan ternak IB. Pemkab Bireuen ujarnya telah menggandeng pihak Italia Cooporations untuk pengembangan ternak di Bireuen. “Kami berharap kegiatan ini terus berkelanjutan di Biruen, dalam upaya menunjang ketersediaan ternak dan konsumsi daging secara berkeninambungan. Juga hendaknya sosialisasi IB makin terus digiatkan hingga ke pedesaan,” harap Nurdin.
Kegiatan expo ternak itu sendiri berlangsung hingga tanggal 9 November 2010. Sedangkan kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa FKH Unsyiah dilakukan di lima desa dalam kabupaten Bireuen. Pengumuman juara pemenang untuk kontes sapi diumumkan pada hari itu juga.(yus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar