Minggu, 07 November 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III MELAMBAT



Sat, Nov 6th 2010, 09:38

Produksi Pertanian Turun
Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan III Melambat


Harian Serambi Indonesia, 6 November 2010
Ekonomi | Bisnis
BANDA ACEH - Perekonomian Aceh yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan III 2010, tanpa minyak dan gas (migas) mengalami pertumbuhan sebesar 2,26 persen, melambat dibandingkan triwulan II 2010 yang tumbuh 2,32 persen. Sementara bila migas diperhitungkan, ekonomi Aceh tumbuh 2,06 persen, lebih tinggi dari triwulan II yang tumbuh 1,89 persen. “Kondisi triwulan III 2010 sedikit meningkat jika dengan perhitungan migas, sedangkan tanpa perhitungan migas sedikit mengalami perlambatan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi, kepada wartawan, Jumat (5/11).



Struktur perekonomian Aceh secara umum juga tidak mengalami pergeseran. Syech menjelaskan, tanpa migas maupun dengan pelibatan migas, pertanian masih tetap menjadi sektor penyumbang terbesar terhadap pembentukan PDRB Aceh. “Bila dengan migas kontribusinya sebesar 28,83 persen dan tanpa migas 33,98 persen,” sebutnya.(lihat grafis) Namun dibandingkan triwulan II, laju pertumbuhan di sektorpertanian mengalami penurunan yang disebabkan oleh turunnya tingkat produksi, dari 2,6 persen menjadi 0,75 persen. “Karena kontribusi PDRB terbesar diberikan oleh sektor pertanian, penurunan produksi yang terjadi itu memberi dampak yang besar sehingga membuat laju pertumbuhan ekonomi Aceh tanpa migas tumbuh melambat,” ucap Syech.

Produksi migas
Menariknya, pertumbuhan positif itu ternyata masih terjadi bila komponen migas dilibatkan, berbeda dibandingkan sebelumnya yang selalu mengalami pertumbuhan negatif. Dengan melibatkan migas, sektor pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan, mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Kedua sektor tersebut memberi kontribusi sebesar 19,22 persen. “Namun jika tidak mengikutkan komponen migas, maka dua sektor ini hanya memberikan kontribusi sebesar 4,81 persen,” ucap Syech Suhaimi. Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena produksi migas Arus triwulan III meningkat dibandingkan triwulan II 2010.

Capai target
Melihat perkembangan ekonomi Aceh hingga triwulan III, Syech Suhaimi optimis, pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2010 yang ditargetkan Pemerintah Aceh sebesar 5 persen bisa tercapai. “Itu bila tidak ada gangguan berarti di sektor pertanian, seperti elnina atau gangguan lainnya,” imbuhnya. Saat ini saja, capaian kinerja perekonomian Aceh selama sembilan bulan terakhir (tiga triwulan) tumbuh cukup menggembirakan, yaitu tumbuh 3,05 persen. Sedangkan tanpa melibatkan migas mengalami pertumbuhan sebesar 5,33 persen. “Saya optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini lebih baikdibandingkan tahun lalu,” kata Syech. Sebagaimana diketahui, tahun 2009 ekonomi Aceh dengan migas minus 5,58 persen dan tanpa migas tumbuh 3,92 persen.(yos)

Tidak ada komentar: